Deskripsi Gambar Glugo, Panggungharjo, Kec. Sewon, Kabupaten Bantul
Informasi
(0274) 376115
Emergence
(0274) 2872046

Jangan Asal Telan! Ini Cara Minum Obat Antibiotik yang Tepat dan Benar

Ditulis ulang oleh : Septiana Putri Sari, S. Farm, Apt

Pernahkah Anda pergi ke dokter saat sakit, lalu pulang membawa sebungkus obat yang di plastik klipnya tertulis: "Harus Dihabiskan"? Ya, obat itu adalah antibiotik.

​Antibiotik adalah salah satu penemuan medis paling penting dalam sejarah manusia. Obat ini ampuh melawan infeksi bakteri berbahaya. Sayangnya, antibiotik sering kali disalahartikan sebagai "obat dewa" yang bisa menyembuhkan segala penyakit, mulai dari batuk pilek biasa hingga demam.

​Salah kaprah dalam menggunakan antibiotik tidak hanya membuat obat menjadi tidak efektif, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan Anda di masa depan. Yuk, simak panduan lengkap cara minum antibiotik yang tepat dan benar berikut ini!


1. Pastikan Hanya Diminum Berdasarkan Resep Dokter
Aturan paling pertama dan utama: Jangan pernah membeli antibiotik sendiri tanpa resep dokter.

​Antibiotik hanya efektif untuk membunuh bakteri, bukan virus. Penyakit seperti flu, batuk-pilek biasa (common cold), dan mayoritas radang tenggorokan biasanya disebabkan oleh infeksi virus. Minum antibiotik saat Anda terkena infeksi virus tidak akan membuat Anda sembuh, melainkan justru merugikan tubuh.


2. Wajib Dihabiskan (Meskipun Sudah Merasa Sembuh)
Ini adalah kesalahan yang paling sering dilakukan. Banyak orang berhenti minum antibiotik ketika gejala penyakitnya mulai hilang dan tubuh terasa segar kembali.
Mengapa harus dihabiskan?

Ketika Anda merasa baikan, itu artinya mayoritas bakteri memang sudah mati, tetapi bakteri yang paling kuat dan bandel masih hidup. Jika Anda menghentikan dosis tengah jalan, bakteri yang tersisa ini akan bermutasi, menjadi kebal, dan berkembang biak lagi. Kondisi ini disebut Resistensi Antibiotik. Akibatnya, saat Anda sakit lagi di kemudian hari, antibiotik yang sama tidak akan mempan lagi.


3. Disiplin pada Jadwal dan Waktu Minum
Minum antibiotik membutuhkan konsistensi waktu yang ketat untuk menjaga kadar obat di dalam darah tetap stabil dalam melawan bakteri.
​Jika dokter meminta Anda meminumnya beberapa kali sehari, begini pembagian waktu yang ideal:
  • 3 Kali Sehari: Bukan berarti diminum saat sarapan, makan siang, dan makan malam. Aturan yang benar adalah setiap 8 jam sekali (24 jam dibagi 3).
  • 2 Kali Sehari: Diminum setiap 12 jam sekali.
Tips: Jika Anda tidak sengaja melewatkan satu dosis, segera minum begitu Anda ingat. Namun, jika waktunya sudah mendekati dosis berikutnya, lupakan dosis yang terlewat dan jangan pernah menggandakan dosis antibiotik Anda.


4. Perhatikan Aturan: Sebelum atau Sesudah Makan?
Setiap jenis antibiotik memiliki karakteristik yang berbeda dalam cara penyerapannya oleh tubuh:
  • Sebelum Makan: Beberapa antibiotik (seperti Amoxicillin atau Ampicillin) sebaiknya diminum saat perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan) agar penyerapannya maksimal.
  • Sesudah Makan: Beberapa jenis lainnya perlu diminum setelah makan untuk mengurangi efek samping nyeri atau mual pada lambung.
Selalu baca label pada kemasan obat atau tanyakan langsung pada apoteker saat menebus obat.


5. Hindari Meminum Antibiotik Bersama Produk Susu
Minumlah antibiotik menggunakan air putih matang. Hindari menelan antibiotik bersamaan dengan:
  • ​Susu, keju, atau yogurt.
  • ​Suplemen kalsium dan zat besi.
  • ​Sari buah (jus) tertentu.
​Kandungan kalsium dan mineral dalam produk tersebut dapat mengikat zat aktif dalam beberapa jenis antibiotik (seperti Tetracycline atau Ciprofloxacin), sehingga obat tidak dapat diserap oleh tubuh dengan baik.