Memahami Hernia:Gejala, Penyebab, dan Pilihan Tindakan MedisDitulis ulang oleh : dr. Francisca Christauriza AP, Sp.B (Dokter Bedah RSKB. Ring Road selatan)01 Februari 2026Hernia, atau yang...
Memahami Hernia:
Gejala, Penyebab, dan Pilihan Tindakan Medis
Ditulis ulang oleh :
dr. Francisca Christauriza AP, Sp.B
(Dokter Bedah RSKB. Ring Road selatan)
01 Februari 2026
Hernia, atau yang sering dikenal masyarakat awam sebagai "turun berok," adalah kondisi medis di mana organ dalam tubuh menonjol melalui jaringan ikat atau otot di sekitarnya yang melemah. Kondisi ini paling sering terjadi di area perut, paha atas, atau selangkangan.
Jenis-Jenis Hernia yang Umum
- Hernia Inguinalis: Terjadi di lipat paha, paling sering dialami pria.
- Hernia Umbilikalis: Terjadi di area pusar, sering ditemukan pada bayi namun bisa juga pada orang dewasa.
- Hernia Hiatus: Terjadi ketika bagian atas lambung menonjol ke rongga dada melalui diafragma.
- Hernia Insisional: Muncul melalui bekas luka operasi sebelumnya di area perut.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Sebagian besar hernia tidak menimbulkan nyeri hebat di awal, namun gejalanya cukup khas:
- Benjolan di bawah kulit: Terutama saat berdiri, batuk, atau mengejang. Benjolan biasanya hilang saat berbaring.
- Sensasi Tidak Nyaman: Rasa pegal atau panas di area benjolan.
- Rasa Berat: Perasaan ditarik di area perut atau selangkangan.
- Nyeri Akut: Jika benjolan tidak bisa didorong kembali ke dalam (hernia terjepit), segera cari bantuan medis karena ini merupakan kondisi darurat.
Pilihan Tindakan Medis
Hernia jarang sekali bisa sembuh dengan sendirinya. Seiring waktu, lubang pada otot cenderung melebar. Berikut adalah tindakan yang biasanya diambil:
1. Operasi Terbuka (Open Surgery)
Dokter membuat sayatan pada kulit di area hernia untuk mendorong organ kembali ke tempatnya. Bagian otot yang lemah biasanya akan diperkuat dengan jaring sintetis yang disebut mesh.
2. Observasi (Watchful Waiting)
Jika hernia berukuran sangat kecil dan tidak menimbulkan gejala, dokter mungkin hanya akan memantau perkembangannya secara rutin sambil menyarankan perubahan gaya hidup.
Tips Pencegahan dan Pemulihan
Meskipun beberapa hernia bersifat bawaan, Anda dapat mengurangi risiko dengan:
- Menjaga berat badan ideal untuk mengurangi tekanan pada otot perut.
- Mengonsumsi makanan berserat guna menghindari sembelit yang memicu mengejan berlebih.
- Menggunakan teknik angkat beban yang benar (tumpuan pada kaki, bukan punggung/perut).
- Berhenti merokok, karena batuk kronis akibat rokok meningkatkan risiko hernia.
Peringatan Penting: Jika Anda mengalami mual, muntah, atau benjolan hernia berubah warna menjadi gelap dan nyeri hebat, segera ke IGD. Itu adalah tanda hernia mengalami strangulasi (putusnya aliran darah ke organ).